Indonesia, 22 Maret 2011 – Dalam rangka peringatan internasional Hari Air Sedunia, Susila Dharma Indonesia bekerjasama dengan Planet Water Foundation yang didukung oleh J.P. Morgan telah memasang mesin penjernih air di lima lokasi yang terkena dampak letusan Merapi, sehingga memungkinkan masyarakat setempat dapat memperoleh akses air untuk pertama kalinya sejak peristiwa meletusnya gunung Merapi.
Mesin penjernih air ini akan menghasilkan lebih dari 10.000 liter air siap minum per hari dengan menghilangkan bakteri dan kontaminasi berbahaya lainnya. Setiap unit akan menyediakan air bersih bagi masyarakat setempat dan dijaga perawatan mesinnya oleh masing-masing komunitas yang ditunjuk oleh kepala sekolah dan lurah setempat.
Pemasangan menara air pertama di SD Negeri Kintelan, Kali Code telah dilakukan pada bulan Desember 2010 sedangkan sisanya di empat lokasi telah diselesaikan pemasangannya pada 19 Maret 2011. Keempat lokasi yang menerima bantuan adalah sebagai beikut:
• TK dan SDN Ngablak, Kecamatan Srumbung, Magelang
• TK dan SDN Sengi 2, Kecamatan Dukun, Magelang
• SDN Bawukan, Kecamatan Kemalang, Klaten
• TK dan SDN Sukorame 2, Kecamatan Musuk, Boyolali
Program pendidikan mengenai Air-Kesehatan & Kebersihan juga telah disosialisasikan oleh SD Indonesia bersama Planet Water, agar memastikan anak-anak di setiap sekolah memahami pentingnya praktek kebersihan yang baik.
Dalam beberapa waktu ke depan, kami merencanakan memasang 20 mesin penjernih air di seluruh Indonesia, terutama daerah yang terkena bencana alam maupun daerah rawan air bersih seperti Nusa Tenggara. Saat ini kami masih menggalang dana demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang mudah mendapat akses air bersih.
Ruth Setyabudi, Branch Manager J.P. Morgan, Indonesia mengatakan, “J.P. Morgan berkomitmen melakukan investasi bagi masyarakat di seluruh dunia. Bagi kami, Indonesia adalah pasar yang penting sehingga kami senang dapat berpartisipasi dalam pembangunan kembali masyarakat paska letusan Merapi.“ Setyabudi mencatat bahwa program Merapi merupakan salah satu program investasi yang didanai J.P. Morgan di Asia. Ia menambahkan, “Membantu sanitasi air dan pendidikan air bersih terintegrasi dalam lingkup regional
perusahaan tahun 2011.”
Mark Steele, Pendiri dan CEO Planet Water Foundation mengatakan, “Tujuan kami adalah mengatasi kekurangan air di kalangan masyarakat kurang mampu melalui program solusi air bersih yang berkelanjutan serta pendidikan air-kesehatan dan kebersihan. Berpartner dengan J.P. Morgan dan Susila Dharma Indonesia dalam program bantuan darurat bagi masyarakat korban letusan Merapi ini membantu kami mencapai tujuan dengan hasil maksimal.”
Ariana Susanti, Pendiri Susila Dharma Indonesia mengatakan, “Fokus kami adalah pengembangan masyarakat, kesehatan dan pendidikan di Indonesia. Kerusakan yang disebabkan oleh letusan Merapi baru-baru ini menyebabkan kebutuhan dasar masyarakat sekitar Merapi untuk memperoleh air bersih hampir tidak mungkin terpenuhi. Kerjasama dengan Planet Water membantu kami menyediakan air bersih dan layak bagi mereka yang
terkena dampak letusan serta mengajarkan masyarakat setempat mengenai pentingnya air bersih.
Kami bangga melihat masyarakat sangat antusias menerima bantuan mesin ini. Bahkan seorang siswa SD di Sukorame membacakan puisi tentang manfaat mesin penjernih air dan bahwa mereka akan merawatnya demi kepentingan bersama.”
Menurut laporan, lebih dari 100 juta masyarakat Indonesia kekurangan akses air bersih dan lebih dari 70 persen populasi bergantung pada sumber air yang terkontaminasi. Air minum yang tidak layak adalah penyebab utama diare, yang merupakan penyebab kematian balita kedua dan bertanggungjawab atas kematian sekitar 20 persen anak-anak setiap tahunnya.
Tiap tahun, paling sedikit 300 dari 1.000 masyarakat Indonesia menderita penyakit yang disebabkan oleh air temasuk kolera, disentri dan tipus.
